Selasa, 10 April 2018

HUJAN DI BULAN OKTOBER



 
Kali ini
hujan di bulan oktober
Bukan juni
Sebab itu milik pak sapardi

Hujan kali ini, milikku
Bukan milikmu
Atau pun dia

Aku senang hujan
Tapi tidak senang mati lampu
Sama seperti,
Aku senang kenangan
Tapi tidak senang merindu

Sebab rindu itu berat
Kata Dilan, begitu

Aku tidak mengerti
Kenapa oktober sering hujan
Apa dia mengerti perasaanku?
Yang diam-diam senang
Mengenang masa lalu
Tapi tidak ingin merindu
Yang aku tahu
Beberapa hari ini
Hujan turun di setiap sore
Kamu tahu kenapa?

Karena dulu,
Saat sore hari
Kamu datang lalu menari
Di depan ku,
Dengan jari-jari seperti tali
Di bawah hujan yang menari

Setelahnya kamu menangis
Setelah ini,
Kamu mau pergi
Itu katamu, dulu

Itu sebabnya,
Aku senang mengenang
Masa-masa kamu dulu
Tapi tidak senang merindu
Sebab rindu itu berat
Kata Dilan, begitu
Kata ku, juga begitu 


velia pratiwi
oktober 2017

KULIAH DAN HOBI LAMA YANG SUDAH MULAI DITINGGALKAN ATAU TERTINGGAL?





Entah memang hanya saya pribadi yang merasakannya atau memang semua yang merasa menjadi “Mahasiswa” saja?. Semenjak kuliah, semakin tidak punya waktu luang seperti jaman sekolah dahulu untuk membaca buku kesukaan. Entah karena memang waktu nya yang tidak ada atau memang merasa itu tidak lagi bisa menjadi “Prioritas”. Mungkin dua-duanya benar. Mungkin juga keduanya salah. Tapi menurutku, keduanya benar. Dan kamu, terserah mau pilih yang mana. Atau mau membuat alasan sendiri. Bebas.

Dulu, saya hampir tiap bulan mampir ke toko buku untuk membeli buku-buku baru dari uang hasil menyisihkan uang jajan. Atau hampir setiap minggu dengan setia mengamati timeline twitter penerbit buku kenamaan di negeri ini. Hanya untuk melihat, di minggu ini ada buku apa saja yang akan terbit. Terbit karena buku itu baru atau terbit karena cetak ulang. Ah, semuanya saya amati. Satu persatu mulai membuat to do list untuk mencatat buku apa saja yang kiranya akan saya cari untuk kemudian saya beli.

Pernah suatu ketika, satu tahun sebelumnya dapat info buku The Little Prince atau dalam bahasa perancisnya Le Petit Prince cetak ulang di Gramedia. Tahu buku ini juga karena tidak sengaja melihat website goodreads untuk melihat referensi buku. Bertemulah saya dengan buku ini. Buku sederhana yang banyak direkomendasikan orang banyak. Jadi ikut penasaran, sehebat dan sekeren apa sih sampai banyak orang merekomendasikan. Akhirnya, berniatlah untuk pergi ke toko buku mencari si dia. Alih-alih bisa membawa pulang ternyata kehabisan karena telat datang dari orang-orang. Alhasil, pulang dengan tangan hampa. Kemudian kembali pergi ke toko buku untuk memesan pada Customer Service nya. Berharap satu dua minggu kedapan buku itu ada ditangan saya. Namun nihil, sama sekali tidak ada. Sudah habis katanya. Ya sudahlah mau bagaimana lagi. Lebih baik pulang dan mencari buku lain.

Tepat satu tahun setelahnya, setelah saya mendapatkan buku The Return Of The Young Prince yang katanya buku ini adalah buku lanjutan dari Le Petit Prince namun berbeda penulis berhasil membuat saya berdecak kagum. Saya kembali memutuskan untuk berburu Le Petit Prince. Untuk mendapatkan gambaran seperti apa sih pangeran muda itu saat masih menjadi “Cilik” pada masanya?. Alhasil, kita berjodoh. Bertemulah saya dengan buku itu di salah satu toko buku di cibubur dengan tidak sengaja. Kebetulan atau memang sudah ditakdirkan. Buku itu tinggal satu eksemplar lagi. Tidak perlu berpikir lama, saya beli dan membawanya pulang ke rumah. Karena terlalu senang, tidak ada satu jam buku itu habis di baca. Dan baru kali itu, merasakan kepuasan terbayarnya penasaran selama ini. Benar-benar tidak sia-sia. Buku yang sangat di rekomendasikan sekali. Hebat.

Dari situ saya merasa, membaca menjadi salah satu hobi saya yang seharusnya saya selipkan di sela-sela waktu sebelum tidur. Membaca buku selain pelajaran maksudnya. Setelah lulus smk di masa saya mendapatkan libur yang terlampau panjang sebelum akhirnya masuk kuliah. Hobi saya terus terjaga, terus berjalan dan rasanya menyenangkan. Sampai berpikir “Tidak usah lah kuliah, membaca saja dirumah” tapi percayalah, itu hanya pikiran sekelebat karena nafsu. Saya tetap memutuskan kuliah kok. Sampai sekarang Alhamdulillah masih kuliah, ilmu nya masih kurang soalnya.

Berhubung jadwal kuliah saya yang lumayan padat karena satu semester tidak kurang dari 20 sks, dan sudah dua semester ini bertahan di 22 sks membuat saya seperti kehilangan waktu untuk menyapa mereka buku-buku saya di lemari. Setiap kali ingin membaca, jadi ingat “Duh, ada tugas”. “Duh, ada bacaan yang jauh lebih penting dari mereka” karena buku yang saya punya lebih banyak novel detektifnya yang tidak relevan sama sekali dengan jurusan kuliah yang saya ambil. Sempat membuat jadwal, liburan semester nanti mau menghabiskan waktu untuk membaca mereka. Tapi ternyata tidak, liburan semester 1 waktu itu hanya 2 minggu dipotong jadwal masuk untuk ambil krs dan test TOEIC. Jadi tidak full 2 minggu. Disaat teman-teman di kampus lain bisa merasakan libur 1 bulan. Yasudah saya bersyukur saja, masih bisa libur.

Sampai saat ini, membaca buku kesukaan seolah tidak lagi menjadi daya tarik. Sudah jarang membaca sebelum tidur, karena lebih sering tidur di depan laptop yang masih menyala sampai pagi sebab semalaman mengerjakan tugas dan lupa mematikan laptop. Kenapa tidak mengerjakan tugas dari sore atau dari siang saja? Ya karena saya lebih sering pulang kuliah sore hari menjelang malam. Lebih banyak memiliki waktu luang di malam hari. Waktu dimana seharusnya saya terlelap dengan damai tetapi beralih menjadi waktu yang membuat saya memeras otak dan tenaga. Tidak apa-apa ini menyenangkan. Kadang saya merasa begitu.

Ini lah perihal waktu yang membuat hobi saya “Ditinggalkan atau tertinggal?.” Sebenarnya saya yang dengan sengaja meninggalkan atau tidak sengaja ditinggal?. Pertanyaan yang akan terus saya cari jawabannya. Semoga, semakin memiliki banyak waktu untuk melanjutkan hobi saya itu. Amin, semoga disuatu saat nanti. Berdoa saja.

Kamis, 25 Januari 2018

KAMIS DAN DILAN 1990




            Kata kebanyakan orang, kisah romantis hanya dimiliki Romeo dan Juliet. Kamu pasti belum pernah baca kisah Dilan dan Milea. Setelah nya kamu akan mengerti definisi romantis ternyata luas. Dan aku menyukai definisi romantis ala Dilan. Ya… bagaimana ya? Sederhana saja gitu. Tidak lebay dan berlebihan seperti remaja jaman sekarang.

            Bagi sebagian orang apalagi orang dewasa akan beranggapan film Dilan ini bukan film mereka banget. Bagaimana ya? Kan mungkin memang target market nya ayah Pidi Baiq juga bukan mereka. Lagi pula aku tidak keberatan dengan film ini. Aku sudah terlanjur jatuh cinta pada kisah mereka berdua semenjak membaca bukunya. Memang menurutku euphoria ketika membaca dan menonton itu berbeda. Aku juga sempat pernah bilang “kalau sudah baca bukunya, jangan nonton film nya. Pilih salah satu saja. Nanti kecewa” tapi bagaimana ya? Untuk kali ini aku tidak kecewa. Hahaha.

            Pertama kali tau Dilan 1990 dari Viny. Waktu itu, entah hari apa dan tanggal berapa, aku lupa. Tapi aku ingat satu hal. Saat itu malam, dan aku sedang membaca blog nya Viny. Kebetulan sekali aku suka tulisan-tulisannya. Hari itu Viny sedang bahas buku Dilan 1990. Awalnya aku belum tahu. Tapi setelah ku cari tahu ternyata isinya romantis. Dan kalimat yang paling aku ingat dari buku itu adalah “Milea, kamu cantik. Tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.” Hahaha lucu sekali pikirku. Ada laki-laki yang berbicara seperti itu pada seorang perempuan. Romantis? Iya. Tapi sederhana. Bagaimana? Bayangkan saja sendiri.

            Akhirnya setelah aku berhasil senyum-senyum sendiri baca bukunya. Aku bisa menikmati versi film nya. Awalnya takut. Takut di luar ekspektasi dan jauh bayangannya ketika membaca. Tapi, ternyata aku salah. Bioskop penuh, aku hampir kehabisan tiket. Tapi berhasil juga. Ya walaupun harus dapat seat yang sedikit tidak nyaman. Tapi tidak apa-apa. Aku suka.

            Kanan kiri ku pasangan muda, atas bawah ku juga sama. Aku? Jangan tanya. Aku sendiri. Teman ku yang sempat berangkat bareng lebih memilih menonton film action kesukannya. Tak apa lah. Yang penting aku bisa nonton Dilan. Sepanjang film, kami disuguhkan adegan-adegan romantis yang membuat bibir tiba-tiba tersenyum sendiri dan tawa akibat ulah konyol Dilan. Setelahnya air mata juga ikut andil. Dia jatuh di beberapa scene yang mengharukan dan menyedihkan. Aku memang belum pernah merasakan jatuh cinta pada lawan jenis. Aku juga belum pernah merasakan hubungan pacaran layaknya remaja saat ini. Aku masih senang sendiri dan beberapa kali menolak untuk memiliki hubungan lebih. Maka dari itu aku tidak pernah benar-benar merasakan apa itu kasmaran dan jatuh cinta. Sesekali pernah tapi itu sebatas kagum. Kamu pasti tau itu. Dan film ini sukses membuatku seolah-olah ikut merasakan bahwa jatuh cinta ternyata seindah itu. Aku bisa merasakan menjadi Milea si gadis yang beruntung pernah di cintai sebegitu besar oleh Dilan. Aku bisa merasakan sedih dan senang nya Milea. Di beberapa scene aku menangis haru, tertawa sampai menangis sedih. Dan hal yang tidak pernah aku rasakan atau bayangkan sebelumnya. Setelah film selesai. Penonton riuh bertepuk tangan. Wow! Ini pengalaman baru. Terserah lah kau mau bilang aku norak atau bagaimana. Yang jelas aku suka dan aku senang.

            Teruntuk ayah Pidi Baiq. Terimakasih sudah menciptakan kisah romantis yang sederhana ini. Peran Milea benar-benar bagus disini. Dia benar-benar cantik dan mirip dengan apa yang ada dalam bayanganku ketika membaca bukunya. Oh iya, dengar-dengar itu kisah nyata ya?. Jadi bagaimana? Siapa Dilan dan Milea itu? Aku bahkan tidak tau.

            Tapi, walaupun aku tidak tau siapa sebenarnya mereka. Aku tetap senang dengan kisah ini. Boleh di ulang terus? Aku ingin terus menonton nya setiap hari!. Hahaha….

            Di tunggu Film Dilan 1991 dan Milea (Suara dari Dilan) ya!. Aku rindu. Hahaha.

Rabu, 24 Januari 2018

SELASA DAN GEMPA

23 JANUARI 2018
Lokasi : Saung Apung Harvest City


Selasa pagi yang menyenangkan. Seharusnya aku masih diatas kasur dan menghabiskan semangkuk mie instant panas kesukaanku. Tapi itu tidak boleh terlalu sering. Bisa-bisa aku jatuh sakit karena terlalu banyak mengkonsumsi mie instant. Tapi mau bagaimana lagi, itu enak sekali. Mungkin kalian harus coba. Atau malah sudah sering coba? Hehe.

Pagi-pagi sekali aku sudah terbangun karena tiba-tiba ingat hari ini mau ada acara meeting gitu. Haha, apa ya namanya? Rapat mungkin lebih baik aku sebut begitu. Kebetulan kelasku dapat tugas baru dari pihak kampus untuk mengadakan seminar yang kedua kalinya. Setelah beberapa minggu di bulan desember tahun lalu kami berhasil mengadakan acara seminar bertema “komunikasi” karena memang itu lah basic jurusan kuliah yang aku ambil. Dan kali ini kami di percaya untuk mengelola lagi seminar yang kedua kali dengan tema yang berbeda. Menurutku ini jauh lebih menyenangkan dan memiliki tantangan yang besar “street photography”. Keren kan? Menurutku sih begitu. Gak tau kalau kalian.

Dan hal yang membuatku amazed adalah……

Aku dipercaya untuk menjadi wakil ketua. Waah.. ini berat sekali sebenarnya. Tapi pasti jauh lebih berat kalau jadi ketua nya ya? Masih beruntunglah hanya jadi wakil. Tapi tetap saja sih, tanggung jawabnya juga besar. Membuat ku akhir-akhir ini jadi sering mawas diri dan ingat Tuhan. Takut-takut aku membuat kesalahan dan tidak bisa ikut membantu memimpin acara ini. Kan kasihan ketua nya.

Berhubung hari ini kami sedang melaksanakan libur semester 1 dan kampus di liburkan karena manajemen sedang plesir ke jogja ceritanya. Alhasil tempat nongkrong kami juga tutup (kantin kampus). Terpaksa lah kami harus cari tempat lain untuk rapat. Tempat makan bernuansa sunda akhirnya menjadi pilihan kami. Jangan bayangkan makanan yang enak-enak dan mahal. Kami tidak pesan itu. Cukup tau diri, pesan minuman saja dan makan cemilan karena beberapa dari kami membawanya dari rumah. Terimakasih sudah mengatasi kelaparan kami hari ini. Maklumlah mahasiswa reguler. Isi kantong tidak seberapa, tak bisa pesan makan air putih pun jadi. Hehe.

Ketika sedang hectic membahas acara seminar. Aku yang sedang duduk di tepian danau buatan di tempat itu tiba-tiba kaget. Kebetulan bentuknya seperti saung, kami makan dan kumpul disitu. Aku yang sedang asyik menyaksikan si pak ketua dan ibu sekertaris berunding tiba-tiba ada distraction. Saung bergoyang sendiri. Awalnya bingung, ku kira vertigo ku kambuh. Tapi juga tidak mungkin. Masa vertigo kambuh badan ikut goyang-goyang? Atau mungkin teman laki-laki kami iseng menggoyangkan saung nya? Tapi juga tidak mungkin. Saung ini cukup kokoh, mana mungkin mereka bisa menggoyangkannya. Hingga akhirnya kami sadar tadi itu gempa!

Ya Tuhan…. Untung saja tidak terlalu besar dan membuat saung ini roboh. Bisa-bisa kami semua terjun ke danau buatan itu. Dan alhasil aku jadi pusing akibat guncangan itu. Beruntunglah kami semua selamat, tidak ada yang panik di tempat itu dan semua aman.

Aku jadi tiba-tiba berpikir. Tuhan maha baik sekali ya? Beberapa dari kami yang serius di tenangkan untuk tidak merasakan gempa itu. Beberapa kami yang kebetulan Tuhan beri kesempatan untuk merasakannya menjadi lebih waspada dan kagum akan kuasaNya. Ternyata benar, Tuhan itu maha menjangkau segalanya, sedang manusia yang lemah ini tidak bisa seperti itu. Tuhan sedang menunjukkan kuasaNya pada kami. Bahwa dimanapun kami berada haruslah ingat selalu padaNya. Sebab kapanpun Tuhan ingin menunjukkan kuasaNya, tak perlu lah laporan dulu pada manusia-manusia di muka bumi. Atau mungkin, ini juga bagian dari pesan Tuhan, bahwa Dia ingin memberi tahu. Janganlah manusia lalai dan membuat kerusakan di bumi. Sekali Dia bertindak, maka hancurlah bumi dan segala isinya. Maha besar Tuhan atas segala kuasaNya.


Dan satu hari ini menjadi hari yang mungkin tidak aku lupakan. Dari mulai gempa sampai pulang terjebak hujan angin. Tapi Alhamdulillah, selamat sampai rumah. 
Diberdayakan oleh Blogger.

Most Popular

Featured
Videos
banner image

Labels Max-Results No.

BTemplates.com

designcart

About

Featured Post

Late Birthday Snack From My Doctor

Mama dan aku pergi kontrol yang kesekian kali di hari minggu Minggu, 30 Januari 2022. Entah sudah kali keberapa mengunjungi dokter dari se...

Blog Archive

Cari Blog Ini

Recent Posts

recentposts

Facebook

Featured

Video of the Day

Break

Games

Recent Posts

recentposts

Welcome

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!

Vix no volumus ocurreret maiestatis, quaeque alienum eum te, semper principes deseru


Find More



About Us

About Us
Aliquam sapien nulla, venenatis id finibus at, eleifend a turpis. Aliquam ac nibh id lorem ornare accumsan maximus at mauris.

Categories

Tags

Subscribe Us

Pages

Pages

Pages - Menu

Like us on Facebook

banner image

Pages - Menu

Pages

Pages - Menu

Popular Posts

Popular Posts