Hari itu
selasa, dua hari yang lalu. Sebenarnya lupa sedang bahas apa di awal bersama
teman-teman. Hingga tiba-tiba pembahasan kami nyambung pada “Misteri Angka 4 Di
Gedung”. Saya waktu itu datang ke sebuah tempat di daerah dekat rumah. Tidak jauh,
dekat juga tidak. Ada sebuah perumahan besar disana, ada mall juga tempat saya
biasanya mampir ke toko buku lalu pulang lagi. Di belakang mall itu ada sebuah
bangunan yang hampir jadi. Sebuah apartment yang akan menghiasi kota kecil
cileungsi. Saya sendiri kesal, kapan sih selesainya? Kepo maksudnya, ingin tau
seperti apa kalau sudah jadi nanti. Ketika keluar dari mall lewat pintu
belakang menuju parkiran motor, saya diam sejenak melihat proses pembangunan
gedung apartment tersebut. Saya lihat penomoran lantai yang kebetulan kelihatan
jelas dari luar “1,2,3,5,6,7,8,9,10,11,12,15…”. Loh? Saya merasa ada yang
janggal. Saya ulang lagi berhitung nya. Dan tetap sama. Angka 4 nya kemana??? Ini
saya yang ga bisa ngitung, salah ngitung atau bagaimana ya? Atau memang sengaja
tidak ada angka 4? Lalu angka 13 dan 14 juga hilang. Saya makin dibuat
bertanya-tanya. Dan ternyata ada mitos dibalik angka 4 terutama.
Hari selasa
itu di kampus setelah berbincang bersama teman mengenai lantai 4 saya langsung
buka hp dan searching “Ada apa dengan angka 4?” lalu bertemulah saya dengan
sederet fakta-fakta yang menarik untuk dibaca. Percaya ga percaya sebenarnya. Tapi
ya sudah lah setidaknya rasa penasaran saya terjawab juga.
Ketika sedang
asyik membaca mitos angka 4 itu, saya memutuskan untuk masuk ke kelas,
kebetulan harus turun tangga satu lantai. Hari selasa, pakai office wear dan
pakai pantofel. Karena terlalu asyik membaca dan tidak melihat ke bawah saat
menuruni tangga. Kaki saya melewati satu tangga untuk sampai ke dasar. Dan
akhirnya, jatuh lah. Untung dengkul duluan yang kena, jadi gak keseleo. Sempat panic
takut sepatu nya rusak. Hahaha tetap ya lebih mentingin sepatu daripada
dengkul. Rasanya sakit dan malu. Teman-teman dibelakang saya sempat kaget dan
kemudian tertawa. Karena lagi-lagi saya jatuh tidak diam dulu di bawah, entah
kenapa reflek berdiri lagi. Kejadian ini pernah saya alami waktu naik gunung ke
gunung gede. Jatuh dan reflek berdiri lalu lanjut jalan. Sahabat saya waktu itu
tertawa terbahak karena jatuhnya konyol katanya. Dimana-mana orang jatuh kan
diam dulu lalu mengeluh sakit. Saya tidak, langsung berdiri dan lanjut jalan. Kemarin
pun sama, saya bergegas masuk ke dalam kelas.
Awalnya ga
sakit-sakit banget. Cuma perih tapi gak luka. Lalu gak lama sakitnya hilang. Eh,
kemudian terasa lagi sakitnya saat mau pulang. Entah karena dengkulnya trauma
lalu pakai pantofel atau bagaimana saya juga gak paham. Intinya cenad-cenud
sampai rumah. Ga enak juga sih, harus turun tangga lagi waktu mau pulang dengan
dengkul yang sakitnya lumayan itu. Rasanya pengen nyeker aja lepas sepatu
pantofel saya. Tapi malu juga sih, walau dulu pernah ngelakuin itu waktu masuk
pagi. Nyeker dari bawah tangga sampai kelas. Hahaha.
Setelahnya saya
jadi kapok untuk main hp di tangga. Serem banget ternyata, ga lucu juga kan
kalau terulang lagi. Ya walaupun main hp nya bukan lagi main game atau selfie. Sama
aja, bahaya. Jangan ditiru lah ya. Ga baik.
Sekian.
photos source : https://www.pexels.com/photo/photography-of-girl-in-white-dress-standing-in-front-of-railings-758859/

0 komentar:
Posting Komentar