Sabtu, 14 April 2018

KADANG, TUHAN MENITIPKAN PESAN UNTUK BERSYUKUR LEWAT ORANG YANG TIDAK PERNAH KITA DUGA




Saat itu hari minggu, setelah kejadian menonton ibu-ibu dan mas-mas di parkiran, saya dan mama memutuskan untuk mencari lobak. Sebelum supermarket itu buka, kami memutuskan untuk mampir dan lihat-lihat sebentar pasar kaget di dekat salah satu sekolahan disana. Yang namanya pasar kaget, pasti banyak pedagang-pedagang kecil. Banyak orang-orang berlalu lalang untuk mencari dan membeli barang atau bahkan hanya sekedar lihat-lihat dengan mata telanjang. Mereka, manusia-manusia yang baru saja menikmati hidupnya di hari minggu untuk bersantai setelah senin-sabtu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ah, ini benar-benar indah dipandang mata.

Sebetulnya beberapa minggu kebelakang saya tiba-tiba berubah menjadi pecinta minuman dari olahan susu yang sekarang sedang booming karena selain rasanya yang beraneka juga bentuk packaging botol nya yang unik-unik. Alhasil, setiap jalan-jalan di minggu pagi di tempat itu, saya harus bertemu dengan mbak-mbak dan mas-mas yang jualan minuman. Itu juga kalau lagi ada uang, kalau ga ada ya gak beli dong.

Setelah memakan waktu agak lama sembari menemani mama melihat-lihat barang yang kemudian malah jadi beli pisau untuk memasak di dapur. Mama masih asyik mengelilingi sekitar pasar kaget itu. Sebenarnya mau bilang “Ma, udah yuk.” Etapi ga berani. Alhasil, saya ikuti alias ngekor kemanapun mama pergi. Anggap saja bukan anak manja tetapi sedang quality time berdua. Hihihi.

Sampai ketika memutuskan untuk menyudahi kegiatan melihat-lihat ini, mama masih menjumpai salah satu pedagang kecil yang berjualan bros. Tau bros ga? Peniti. Itu loh yang suka di kerudung-kerudung. Mama kebetulan suka dengan barang-barang seperti itu. Buat jaga-jaga aja katanya sih kalau suatu saat mau ganti model bros di kerudungnya. Biar banyak pilihannya. Yasudah saya nurut.

Harga bros itu gak mahal, murah malah menurut saya. Yang kecil 10.000 dapet 3 buah. Yang besar ada yang 5000an sampai 15000. Barang dagangan yang mas-mas itu bawa untuk dijual gak banyak. Malah saya jadi mikir waktu melihat nya “Bisa untung berapa satu hari kalau Cuma jualan segini? Emang cukup buat memenuhi kehidupan nya?.” Tiba-tiba saya jadi mikir. Tumben.

Selagi mama berbincang dan memutuskan mengeluarkan uang untuk membayar bros yang dibeli. Saya gak sengaja menangkap pemandangan mengharukan di belakang mas-mas ini. Ada seorang wanita yang saya yakin umurnya 20-an dan lebih tua dari saya. Ada seorang anak kecil yang masih balita sedang merengek dalam gendongannya. Awalnya bingung, siapa sih? Ternyata wanita ini adalah istri dari mas-mas penjual bros nya. Anaknya minta susu ternyata, kemudian si mas-mas ini mencoba menenangkan supaya anaknya gak rewel. Pemandangan yang mengharukan sekaligus menyedihkan.

Pada saat mama akhirnya membeli bros itu, saya tidak sengaja menangkap satu senyuman penuh kebahagiaan dan harapan disana, di wajah wanita itu yang masih menggendong anaknya. Terlihat jelas sekali, membuat saya ikutan terenyuh. Ah, cengeng ternyata. Si mas-mas mengucapkan “Makasih banyak ya bu.” Dan si istri ikut tersenyum kearah kami. Seolah-olah senang sekali, hari ini sang suami kebanggaannya berhasil mendapatkan pelanggan lagi. Atau malah dari tadi belum ada yang beli sama sekali? Saya tidak tahu. Setelahnya kami memutuskan untuk kembali ke parkiran.

Selama di perjalanan menuju parkiran, saya sempat cerita ke mama tentang apa yang barusan saya lihat, tentang apa yang baru saja terjadi. Ternyata bahagia menurut versi masing-masing manusia berbeda kadarnya. Saya mungkin merasa bahagia ketika bisa menikmati libur dengan leha-leha. Atau sekedar makan es krim sampai radang. Atau mungkin bisa lulus kuliah tepat waktu, tidak stress dan dapat kerja. Itu mungkin versi saya. Kalian? Entah, saya yakin kalian juga punya kadar bahagia masing-masing. Dan mas-mas tadi beserta istrinya mungkin merasa bahagia karena hal-hal kecil seperti tadi. Sederhana sih bagi kita yang melihatnya, tapi bagi orang lain? Bagi mereka? Itu mungkin bisa jadi salah satu hal yang sangat membahagiakan. Haaahhh… jadi mengukur kebahagiaan orang lain tidak harus disamaratakan dengan harta. Alasan bahagia beda-beda ternyata.

Dari situ, saya teringat betapa beruntungnya saya yang kalau minta apa-apa tinggal bilang mama. Pulang kuliah uang jajan habis dan lapar? Tinggal bergegas pulang dan sampai rumah nanya “Ma, masak gak?” atau dari kampus sudah chat duluan “Mama masak gak?” dan lain sebagainya. Mau makan tinggal bilang, mama ga masak masih bisa beli. Tanpa harus bersusah payah kerja cari uang. Tapi diri ini sering nya ngeluh dan males, merasa beban hidup nya paling berat dan paling rumit. Padahal enggak, gak ada apa-apanya sama mereka-mereka. Dikasih tugas banyak ngeluh, gak dikasih tugas nanti protes, dikira kuliah bayar nya murah apa? Giliran dikasih tugas bilangnya gak sayang mahasiswa dan memeras otak. Kita ini memang seringnya nyalahin orang, tapi malas nyalahin diri sendiri dan intropeksi diri. Kita ini senangnya mengeluh, merasa beban hidup paling rumit. Tapi lupa, sebenarnya kalau dijalani ya gak kerasa, tiba-tiba selesai. Karena Tuhan maha baik sekali. Kita ini sering ngeluh, gak puanya uang, mau beli apa-apa gak ada uang. Ya wong uang nya habis buat hal-hal yang kurang penting tapi gak mau nabung dan prihatin. Ah, kita ini gak ada apa-apanya sama mereka-mereka diluar sana yang kurang beruntung. Bahkan rasanya kita wajib belajar bersyukur dari mereka. Karena kan Allah sendiri bilang yang pandai bersyukur akan ditambahkan nikmatnya. Nah loh, kurang baik apa coba?

Semoga, dari sini kita bisa belajar hal-hal kecil dan sederhana seperti ini dari orang-orang disekitar kita. Dari orang-orang tidak terduga. Dari orang-orang yang kita anggap tidak ada apa-apanya. Percayalah, belajar tidak harus selalu dengan guru, datang ke sekolah atau ke kampus. Tidak harus dengan orang yang lebih tua, berpendidikan lebih tinggi atau yang berpangkat. Belajar dari orang-orang yang di bawah. Belajar dari mereka yang kita anggap rendah. Tapi ternyata jauh lebih hebat dari kita.

Sekian. 


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Most Popular

Featured
Videos
banner image

Labels Max-Results No.

BTemplates.com

designcart

About

Featured Post

Late Birthday Snack From My Doctor

Mama dan aku pergi kontrol yang kesekian kali di hari minggu Minggu, 30 Januari 2022. Entah sudah kali keberapa mengunjungi dokter dari se...

Blog Archive

Cari Blog Ini

Recent Posts

recentposts

Facebook

Featured

Video of the Day

Break

Games

Recent Posts

recentposts

Welcome

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!

Vix no volumus ocurreret maiestatis, quaeque alienum eum te, semper principes deseru


Find More



About Us

About Us
Aliquam sapien nulla, venenatis id finibus at, eleifend a turpis. Aliquam ac nibh id lorem ornare accumsan maximus at mauris.

Categories

Tags

Subscribe Us

Pages

Pages

Pages - Menu

Like us on Facebook

banner image

Pages - Menu

Pages

Pages - Menu

Popular Posts

Popular Posts