23 JANUARI 2018
Lokasi : Saung Apung
Harvest City
Selasa pagi yang
menyenangkan. Seharusnya aku masih diatas kasur dan menghabiskan semangkuk mie
instant panas kesukaanku. Tapi itu tidak boleh terlalu sering. Bisa-bisa aku
jatuh sakit karena terlalu banyak mengkonsumsi mie instant. Tapi mau bagaimana
lagi, itu enak sekali. Mungkin kalian harus coba. Atau malah sudah sering coba?
Hehe.
Pagi-pagi sekali aku
sudah terbangun karena tiba-tiba ingat hari ini mau ada acara meeting gitu.
Haha, apa ya namanya? Rapat mungkin lebih baik aku sebut begitu. Kebetulan
kelasku dapat tugas baru dari pihak kampus untuk mengadakan seminar yang kedua
kalinya. Setelah beberapa minggu di bulan desember tahun lalu kami berhasil
mengadakan acara seminar bertema “komunikasi” karena memang itu lah basic
jurusan kuliah yang aku ambil. Dan kali ini kami di percaya untuk mengelola
lagi seminar yang kedua kali dengan tema yang berbeda. Menurutku ini jauh lebih
menyenangkan dan memiliki tantangan yang besar “street photography”. Keren kan?
Menurutku sih begitu. Gak tau kalau kalian.
Dan hal yang membuatku
amazed adalah……
Aku dipercaya untuk
menjadi wakil ketua. Waah.. ini berat sekali sebenarnya. Tapi pasti jauh lebih
berat kalau jadi ketua nya ya? Masih beruntunglah hanya jadi wakil. Tapi tetap
saja sih, tanggung jawabnya juga besar. Membuat ku akhir-akhir ini jadi sering
mawas diri dan ingat Tuhan. Takut-takut aku membuat kesalahan dan tidak bisa
ikut membantu memimpin acara ini. Kan kasihan ketua nya.
Berhubung hari ini
kami sedang melaksanakan libur semester 1 dan kampus di liburkan karena
manajemen sedang plesir ke jogja ceritanya. Alhasil tempat nongkrong kami juga
tutup (kantin kampus). Terpaksa lah kami harus cari tempat lain untuk rapat.
Tempat makan bernuansa sunda akhirnya menjadi pilihan kami. Jangan bayangkan
makanan yang enak-enak dan mahal. Kami tidak pesan itu. Cukup tau diri, pesan
minuman saja dan makan cemilan karena beberapa dari kami membawanya dari rumah.
Terimakasih sudah mengatasi kelaparan kami hari ini. Maklumlah mahasiswa
reguler. Isi kantong tidak seberapa, tak bisa pesan makan air putih pun jadi.
Hehe.
Ketika sedang hectic
membahas acara seminar. Aku yang sedang duduk di tepian danau buatan di tempat
itu tiba-tiba kaget. Kebetulan bentuknya seperti saung, kami makan dan kumpul
disitu. Aku yang sedang asyik menyaksikan si pak ketua dan ibu sekertaris
berunding tiba-tiba ada distraction. Saung bergoyang sendiri. Awalnya bingung,
ku kira vertigo ku kambuh. Tapi juga tidak mungkin. Masa vertigo kambuh badan
ikut goyang-goyang? Atau mungkin teman laki-laki kami iseng menggoyangkan saung
nya? Tapi juga tidak mungkin. Saung ini cukup kokoh, mana mungkin mereka bisa
menggoyangkannya. Hingga akhirnya kami sadar tadi itu gempa!
Ya Tuhan…. Untung saja
tidak terlalu besar dan membuat saung ini roboh. Bisa-bisa kami semua terjun ke
danau buatan itu. Dan alhasil aku jadi pusing akibat guncangan itu.
Beruntunglah kami semua selamat, tidak ada yang panik di tempat itu dan semua
aman.
Aku jadi tiba-tiba
berpikir. Tuhan maha baik sekali ya? Beberapa dari kami yang serius di
tenangkan untuk tidak merasakan gempa itu. Beberapa kami yang kebetulan Tuhan
beri kesempatan untuk merasakannya menjadi lebih waspada dan kagum akan
kuasaNya. Ternyata benar, Tuhan itu maha menjangkau segalanya, sedang manusia
yang lemah ini tidak bisa seperti itu. Tuhan sedang menunjukkan kuasaNya pada
kami. Bahwa dimanapun kami berada haruslah ingat selalu padaNya. Sebab kapanpun
Tuhan ingin menunjukkan kuasaNya, tak perlu lah laporan dulu pada manusia-manusia
di muka bumi. Atau mungkin, ini juga bagian dari pesan Tuhan, bahwa Dia ingin
memberi tahu. Janganlah manusia lalai dan membuat kerusakan di bumi. Sekali Dia
bertindak, maka hancurlah bumi dan segala isinya. Maha besar Tuhan atas segala
kuasaNya.
Dan satu hari ini
menjadi hari yang mungkin tidak aku lupakan. Dari mulai gempa sampai pulang
terjebak hujan angin. Tapi Alhamdulillah, selamat sampai rumah.

0 komentar:
Posting Komentar