Minggu, 24 Desember 2017

SABTU SORE


Seperti biasa, pulang kuliah ditemani kemacetan yang entah kapan akan berakhir. Penat, bising, lelah, geram, marah. Entah, sampai kapan kemacetan ini terus berjalan.

Sejenak, ketika motorku berhenti karena kebetulan di depan ada dua mobil yang saling bersilangan membuat kemacetan ini semakin parah. Maju kena, mundur kena. Hingga tiba-tiba disampingku ada sebuah motor yang dikendarai oleh seorang ibu paruh baya membonceng putri nya yang kira-kira dia seumuran denganku. Mungkin pulang kerja, atau pulang kuliah? Begitu pikirku.

Ibu itu berusaha mencari celah ke kanan dan kiri agar motornya terus melaju. Aku hanya tersenyum kecut seolah berkata “tidak ada jalan, bu. Percuma”. Dan seolah mengerti, ibu itu kemudian diam dan menunggu. Sampai aku mendengar beliau berbicara padaku “macet banget ya neng? Mau ambil kanan ga bisa, banyak mobil gede”

Jelas, aku kaget. Beliau berbicara padaku, orang yang tidak dia kenal sebelumnya. “hei! Kita baru bertemu sekian detik. Itu pun karena kemacetan ini”

Aku tersenyum menanggapinya “iya bu” begitu singkat. Sampai akhirnya beliau kembali membuka suara “ini nih, anak saya. Baru aja sembuh. Kemaren nekat dia lewat jalur kanan, akhirnya ketabrak. Makannya sekarang saya antar-jemput”. Ibu itu berbicara dengan penuh tekanan sambil sesekali melirik putrinya yang masih asyik bermain hp di belakang tanpa menoleh sedikitpun “biasa” batinku.
“kecelakaan bu?” bodoh! Jelas itu kecelakaan Veli. Kenapa harus bertanya?. Ah, percayalah. Itu hanya bagian dari cara ku untuk menguasai diri karena bingung harus berbicara apa untuk menanggapinya. “iya, kecelakaan. Bener-bener deh. Mendingan nunggu aja macet kaya gini gak apa-apa. Daripada cari celah tapi celaka” ucapnya lagi. Aku hanya bisa tersenyum, lagi. Rasanya aku benar-benar kehabisan kata-kata.

Untunglah tidak lama kemudian, mobil-mobil di depan kami bergerak, sedikit bisa melaju walau tidak banyak. Motor yang dikendarai ibu tadi melaju begitu cepat, meninggalkanku yang berjalan melambat sambil sesekali berpikir tidak percaya atas apa yang terjadi pada kami beberapa detik yang lalu.

Kembali aku tersenyum mengingatnya. Hei, Veli. Lihat! Masih ada orang baik dan ramah di bumi ini. Kamu hanya terlalu trauma dan takut sehingga menutup diri kemudian beranggapan semua orang adalah sama. Belajarlah dari ibu tadi!

Itu suara ku, suara hati ku. Yang sampai sekarang aku masih tersenyum jika mengingatnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Most Popular

Featured
Videos
banner image

Labels Max-Results No.

BTemplates.com

designcart

About

Featured Post

Late Birthday Snack From My Doctor

Mama dan aku pergi kontrol yang kesekian kali di hari minggu Minggu, 30 Januari 2022. Entah sudah kali keberapa mengunjungi dokter dari se...

Blog Archive

Cari Blog Ini

Recent Posts

recentposts

Facebook

Featured

Video of the Day

Break

Games

Recent Posts

recentposts

Welcome

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!

Vix no volumus ocurreret maiestatis, quaeque alienum eum te, semper principes deseru


Find More



About Us

About Us
Aliquam sapien nulla, venenatis id finibus at, eleifend a turpis. Aliquam ac nibh id lorem ornare accumsan maximus at mauris.

Categories

Tags

Subscribe Us

Pages

Pages

Pages - Menu

Like us on Facebook

banner image

Pages - Menu

Pages

Pages - Menu

Popular Posts

Popular Posts