6 juni 2014. Kalian masih ingat tanggal ini? Tanggal
dimana pertemuan kita di SMP Semen Cibinong berakhir. Sebuah perpisahan yang
mengawali semuanya. Air mata kesedihan menjadi pengiring kala itu. Beberapa
bulan sebelumnya aku masih santai menanggapi perpisahan ini. Tak ada rasa sedih
yang menjadi penghias kala itu. Tapi saat hari itu dimulai, air mata pun
mengalir. Rasa sesak di dada begitu terasa sakit. Mengiringi kepergian kalian
dari bangku SMP ini. Aku baru sadar saat kita semua melaksanakan Study Tour. Aku
bisa merasakan betul kebersamaan kita, kekeluargaan kita, kekompakan kita saat
itu. Masa-masa itu sangat aku rindukan sekarang. Dimana aku tau tentang kalian
semua. Kalian yang selalu ada, bisa bahkan mau menerima satu sama lainnya dalam
sebuah kelebihan dan kekurangan. Aku rindu kalian, teman-teman, guru-guru, dan
semua yang ada di sekolah itu.
Sekarang aku bisa merasakan apa itu
kehilangan, apa itu kebersamaan, apa itu jarak. Sebuah pertemuan memang tak
lengkap jika tak diakhiri dengan perpisahan. Tapi bukan perpisahan lah yang
sebenarnya aku tangisi, tapi pertemuan. Pertemuan itu telah membuat kita
menjadi terpisah saat ini. Aku rindu tawa kalian, kekonyolan kalian,
nakalnya anak laki-laki, cerewetnya perempuan, terutama Ambar yang sangat
cerewet dan juga Erlina. Aku rindu suara Vina, Adies, dan Mayang saat
bernyanyi. Aku rindu kebersamaan kita, Dini, Dian, Anis, Nindya, Ayu, Vania. Dan
kalian yang tidak bisa aku sebutkan satu-satu disini. Aku rindu masa-masa baru
pertama kali ‘Ngidol’ bareng my oshi Seby haha, Nando, Yusril, Dynta, Fezky,
Hafiz (bang jali).
Atmosfer disekolah baru ku sekarang
berbeda. Aku sedikit kesulitan mencari teman yang seperti kalian. Mau menerima
apa adanya, bukan ada apanya. Aku rindu suasana sekolah yang sudah 10 tahun
bersamaku. Menemani setiap langkah demi langkah yang aku tapaki, setiap
tanjakan demi tanjakan aku naiki menuju tingkat yang paling tinggi. Setiap
rintangan demi rintangan yang aku hadapi, sampai membuat aku menjadi lebih
kuat. Jujur, SMP Semen Cibinong mungkin adalah salah satu sekolah terbaik
sampai sekarang ini menurutku. Dari segi fasilitas dan warganya. Aku bisa
merasakan perbedaan fasilitas-fasilitas yang nyaman itu saat ini. Mungkin aku
terlalu manja karena 10 tahun disuguhi dengan fasilitas sekolah yang menurutku
begitu baik. Saat sekarang aku merasakan fasilitas yang berbeda, aku jadi
mengerung sedih, inikah perbedaan itu?. Perbedaan yang sama sekali jauh diluar
pemikiranku. Aku rindu suasana itu.
Tapi, mama selalu bilang “jangan
hanya bisa menikmati masa 10 tahun terindahmu di SMP dengan suguhan fasilitas
yang memadai. Belajarlah menjadi sederhana, saat semua yang kamu mau tak bisa
semudah apa yang kamu bayangkan. Belajarlah menjadi orang yang sederhana”
kalimat itu yang sampai sekarang ini bisa membuat ku bertahan. Bisa tau
bagaimana perbedaan yang aku rasakan sekarang
tak seindah bayanganku dulu. Walau tak semuanya buruk, tapi aku juga bisa
merasakan perbedaan yang indah disini.
Mungkin ini terlalu berlebihan, belum
bisa sepenuhnya move on dari kalian dan SMP Semen Cibinong. Tapi inilah isi
dari hatiku malam ini. Yang rindu dengan kalian, kebersamaan kita. Aku rindu..
sungguh aku rindu. Jika aku boleh meminta. Aku ingin kita bersama lagi. Tapi itu
mustahil. Kita sudah berada di jalan mimpinya masing-masing. Menggapai apa yang
kita inginkan dengan cara yang berbeda. Benar adanya kalimat ini “masa paling indah itu adalah masa SMP dan
SMA” aku setuju, aku bisa merasakannya sekarang.
Aku harap, kita tidak akan pernah lupa
tentang masa-masa itu. Masa dimana tawa dan tangis menjadi pelengkap. Suatu hari
nanti masa-masa indah kita pasti akan menjadi kenangan bahkan mungkin sejarah
dalam kehidupan kita.
Tulisan
sederhana dari manusia biasa
Bogor,
10 agustus 2014
Author
Velia
Pratiwi

0 komentar:
Posting Komentar