Assalamualaikum wr.wb….
Selamat
malam kawan-kawan… atau selamat siang ya? Hehehe… siapapun yang membaca saya
ucapkan selamat membaca…
Kenapa
sih kok judulnya gak enak banget ya dibaca? Kenapa juga judulnya bikin
merinding?
Wah
haha…. Yuk kita bahas kenapa sih kok author malah mau nulis kayak gini.
Oke, guys jadi secara tidak langsung
saya dengan ketidaksengajaan saya melihat sebuah film yang kebetulan pada
episode itu si pemain utamanya meninggal dunia dengan meninggalkan satu orang
istri. Yap dari sini tiba-tiba jadi kefikiran. ‘gimana ya kalau gue mati besok?
Atau sekarang?’ ‘nanti gue gimana ya di alam sana? Sendirian kah? Gelap atau
terang kah? Pasti gue takut banget’ blablabla dan banyak lagi pertanyaan yang
keluar dari mulut saya dengan spontan membayangkan kematian itu hadir pada diri
saya.
Konyol memang jika dipikir dengan akal
sehat. Bisa-bisanya membayangkan alam itu dengan mata kepala telanjang. Tapi
jika tak sama sekali dipikirkan, bagaimana nasib kita nantinya disana? Di alam
itu. Tempat dimana perjalan hidup manusia di dunia berakhir. Tempat dimana apa
yang dulu di dunia kita bangga-banggakan semua berubah menjadi sia-sia… saat
sebuah penyesalan baru bisa kita rasakan. Meminta kembali ke dunia untuk
memperbaiki semuanya tapi semua nihil, itu tidak mungkin.
Seketika berfikir ‘apa yang sudah aku
siapkan untuk kematianku esok?’ ‘apakah aku sudah punya cukup bekal untuk
menempuh perjalanan panjang itu?’ ‘siapkah aku jika dalam keadaan tiba-tiba
kematian itu menghampiri tubuhku?’ ‘siapkah jika kematian itu menghampiriku di
masa yang tak pernah aku sangka-sangka?’ ‘siapkah aku mempertanggungjawabkan
semuanya dihadapan Tuhan atas segala perbuatanku di dunia?’ sederet pertanyaan
itu aku keluarkan dari pikiranku. Seolah bertanya pada Tuhan, kapan kematian
itu menghampiriku?... apakah nanti disaat bekalku sudah cukup untuk menempuh
perjalanan yang sangat panjang itu. Berujung pada dua tempat pilihan yang kita
sendiri yang menentukannya. Surga atau neraka?.
Membahas soal kematian memang tidak akan
pernah habis. Terutama kita orang awam yang akalnya tak pernah bisa menembus
semua permasalahan gaib itu. Seketika teringat saat fikiranku melayang waktu
itu. Membayangkan apa yang akan aku lewati di alam itu? Seindah yang aku
bayangkan kah? Atau sebaliknya? Yang jelas semuanya tak pernah dapat
terbayangkan oleh akal manusia.
Seketika sadar tentang apa yang sudah
aku lakukan di dunia ini. Betapa banyak kesalahan yang sering aku perbuat.
Menyusahkan orang lain, membuat orang lain sakit hati dengan tindakan atau
ucapan kita dengan tidak sengaja. Dan sebagainya. Banyak tindakan-tindakan yang
tanpa kita sadari itu adalah sebuah kesalahan. Dalam bayanganku aku
menggambarkan bagaimana nantinya kehidupanku disana.
Bukan hanya perjalanan setelah kematian
itu menghampiriku yang aku pikirkan. Tapi juga aku berfikir bagaimana rasanya
bertemu atau melihat wajah malaikat maut itu? Ketakutan itu? Suara menyeramkan
itu? Rasa sakit itu saat nyawa dicabut dari jiwanya. Saat tidak ada siapapun
yang bisa menolong kesakitan itu, menunda peristiwa itu. Hanya Allah yang dapat
menolong kita. Tapi di masa itu, semua tinggallah sia-sia. Permohonan
dihapuskannya dosa kita mungkin tak akan didengar oleh Allah. Keterlamabatan
itu menjadi penghalang bertaubatnya kita pada Allah.
Sungguh beruntung kalian yang pernah
merasakan mati suri. Kenapa? Iya, kalian secara tidak langsung diberi
keistimewaan oleh Allah untuk diperlihatkan bagaimana sekilas tentang alam
kubur itu, siksa dan nikmat itu Dia gambarkan padamu. Lalu memberikan
kesempatan hidup kembali kepadamu. Untuk mengingatkan supaya untuk tetap rajin
beribadah, memperbaiki diri dan sebagainya. Allah peringatkan padamu tentang
siksa kubur itu. Dan Allah tunjukkan juga padamu tentang nikmat kubur itu.
Sungguh hanya Allah yang maha Besar. Menghidupkan yang mati dan mematikan yang
hidup.
Maha Besar Allah, Tuhan semesta Alam.
Karena kepada-Nya lah kami semua dikembalikan. Kami berdoa agar bisa diberikan
kesempatan hidup lebih lama, menikmati indahnya dunia ini yang hanya sementara.
Berharap kami semua meninggal dalam keadaaan yang baik, ditempat yang baik,
dengan cara yang baik, di waktu yang baik, dengan khusnul khatimah… amiin…
semoga engkau mempermudah jalan panjang kami untuk kembali menuju
pangkuan-Mu….. Amiin….

0 komentar:
Posting Komentar