Senin, 06 Oktober 2014

DUA BUNGA YANG BELUM MEKAR DENGAN SEMPURNA TELAH DULU GUGUR



Assalamualaikum wr.wb………

Kematian… memang selalu menjadi misteri bagi yang hidup. Kematian…… selalu menjadi momok menakutkan untuk manusia. Ya. Saya tahu itu. Allah maha menghidupkan juga maha mematikan. Menghidupkan yang mati juga mematikan yang hidup. Namun kita seringkali berfikir. Kapan peristiwa besar itu datang menghampiri kita? pasti tidak akan bisa yang menjawab bahkan seorang professor pun tidak akan mampu menjawab pertanyaan ini. Hanya Allah yang tahu jawabannya.

Kita hidup di dunia bagaikan pekerja yang sudah ditandatangani kontrak oleh Allah. Sama halnya seperti kontraktor yang diberi batas waktu dalam kehidupan di pekerjaannya. Kita pun sama. Secara tidak sadar sebenarnya Allah memberi batas waktu dalam mengarungi kehidupan di alam dunia ini. Allah memberi banyak kesempatan untuk kita tinggal di bumi milik-Nya. Menikmati setiap nikmat dan mengarungi setiap ujian yang Dia berikan.

Tanpa kita ketahui waktu yang sudah Dia tentukan pun menghampiri kita disaat yang tidak pernah kita duga. Malaikat pencabut nyawa sudah siap diperintahkan oleh Allah untuk kapan saja mengembalikan kita pada-Nya. Dengan cara yang bahkan kita juga tidak tahu seperti apa.

Pernahkah kita berfikir bagaimana kondisi nanti saat kita meninggal? Bagaimana rasanya? Dimana tempat kita meninggal? Disaat apa kita di jemput oleh malaikat maut? Pastinya jika semua dapat kita minta pada Allah lalu kemudian Dia mengabulkannya pasti sungguh enak. Siapa yang mau? Pasti semua orang mau jika Allah memberi kesempatan kepada kita untuk meminta lalu dikabulkan. Meninggal dalam keadaan sedang beribadah kepada-Nya, meninggal saat sedang berjuang menyebarkan ajaran Agama-nya, meninggal di tempat ibadah atau mungkin meninggal pada hari yang baik. Hari jumat contohnya. Siapa yang tidak ingin meninggal dalam keadaan seperti itu? Jika ditanya saya pun mau. Tapi sayang hanya Allah yang tahu kapan, dimana, dan disaat apa kita meninggal… wallahua’lam…

Ya… tepat tanggal 06 oktober 2014 teman saya,teman kita semua telah menghembuskan nafas terakhirnya. Lebih dulu pergi menghadap-Nya. Menandakan kekuasaan Allah benar adanya. Kematian pasti menghampiri. Saya dan kita semua pasti terpukul mendengarnya. Apalagi kejadiannya tidak pernah terduga. Misteri besar ini sudah mengingatkan kita betapa benar kematian itu menghampiri kita di waktu yang tidak pernah kit duga.

Ardito Rizki Candraditya…. Teman kami….. teman seperjuangan kami. Kini tinggallah nama yang dapat kami sebut tanpa adalagi jiwa yang terlihat kasat mata. Kepergianmu sungguh memberikan luka bagi kami yang pernah mengenalmu. Kenapa tak pernah ada kalimat pengantar kepergianmu?

Baru saja kita semua mulai menapaki jalan mimpinya masing-masing yang masih banyak dipenuhi rintangan. Berharap di masa depan kita semua dapat kembali berkumpul dengan cerita-cerita yang nantinya akan keluar dari mulut-mulut kita. saling berbagi tawa dan tangis bersama. Namun sebelum semua itu terjadi kamu lebih dulu pergi meninggalkan kami. Terimakasih di 3 tahun terakhir masa kebersamaanmu bersama kami sudah memberikan banyak kenangan yang akan kami simpan.

Walau ku akui. Aku bukanlah salah satu teman dekatmu seperti yang lain. Tapi kita pernah melukis cerita-cerita indah yang dulu kita ciptakan bersama. Kamu ingat saat dimana teman kita melabuhkan cintanya pada seorang wanita yang dia cintai? Kamu pasti ingat itu dit… kita berdua sibuk membicarakan object yang ada di pikiran kita masing-masing. Kamu juga pasti ingat saat kita membicarakan chip kamera di kacamata? Iya kan? Ya aku tau kamu pasti ingat dit…. Saat itu kamu tertawa begitu lepas. Kedua matamu yang sipit dibalik hitamnya kacamata minusmu aku pun masih ingat itu.

Hahh… waktu yang menyenangkan memang berlalu dengan cepat ya? Tanpa terasa satu persatu teman-teman mulai pergi. Dari almarhumah Rida Aliyah teman kami yang lebih dulu pergi kemudian kemarin kamu dit, Almarhum Ardito Rizki Candraditya….. lalu besok siapa lagi? Ah entahlah semua penuh misteri yang sulit dipecahkan. Kematian tidak akan ada yang tahu kapan datangnya. Seperti yang aku bilang tadi. Bahkan seorang professor dengan berjuta-juta gelar pun tidak akan mampu menjawabnya. Kecerdasan manusia terbatas. Jika dibandingkan dengan Allah SWT… Dia maha Mulia, maha tahu sebagalanya.

Terimakasih lagi-lagi ucapan itu yang hanya mampu aku ucapkan? Kenapa bukan kesedihan? Ah entahlah disisi lain aku berterimakasih kepada Allah dan perisitiwa meninggalnya kedua teman kami…. Lewat peritiwa besar itu aku jadi tersadar betapa begitu singkatnya hidup di dunia ini. Jika berfikir “tahun depan aku ingin membuat rencana ini dan itu. Tahun sekian aku ingin begini dan begitu” tapi nyatanya rencana kita malah di skip oleh umur kita. tak disangka tak diduga Allah memanggil kita sebelum semuanya tercapai…. Lagi dan lagi wallahua’lam ini semua misteri besar yang pasti akan terjadi pada setiap yang bernyawa.

Dua bunga yang belum mekar dengan sempurna kini telah gugur……..


Salam Author..

Velia Pratiwi
07/10/2014


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Most Popular

Featured
Videos
banner image

Labels Max-Results No.

BTemplates.com

designcart

About

Featured Post

Late Birthday Snack From My Doctor

Mama dan aku pergi kontrol yang kesekian kali di hari minggu Minggu, 30 Januari 2022. Entah sudah kali keberapa mengunjungi dokter dari se...

Blog Archive

Cari Blog Ini

Recent Posts

recentposts

Facebook

Featured

Video of the Day

Break

Games

Recent Posts

recentposts

Welcome

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!

Vix no volumus ocurreret maiestatis, quaeque alienum eum te, semper principes deseru


Find More



About Us

About Us
Aliquam sapien nulla, venenatis id finibus at, eleifend a turpis. Aliquam ac nibh id lorem ornare accumsan maximus at mauris.

Categories

Tags

Subscribe Us

Pages

Pages

Pages - Menu

Like us on Facebook

banner image

Pages - Menu

Pages

Pages - Menu

Popular Posts

Popular Posts