Assalamualaikum wr.wb………
Kematian… memang selalu
menjadi misteri bagi yang hidup. Kematian…… selalu menjadi momok menakutkan
untuk manusia. Ya. Saya tahu itu. Allah maha menghidupkan juga maha mematikan.
Menghidupkan yang mati juga mematikan yang hidup. Namun kita seringkali
berfikir. Kapan peristiwa besar itu datang menghampiri kita? pasti tidak akan
bisa yang menjawab bahkan seorang professor pun tidak akan mampu menjawab
pertanyaan ini. Hanya Allah yang tahu jawabannya.
Kita hidup di dunia bagaikan pekerja yang sudah
ditandatangani kontrak oleh Allah. Sama halnya seperti kontraktor yang diberi
batas waktu dalam kehidupan di pekerjaannya. Kita pun sama. Secara tidak sadar
sebenarnya Allah memberi batas waktu dalam mengarungi kehidupan di alam dunia
ini. Allah memberi banyak kesempatan untuk kita tinggal di bumi milik-Nya.
Menikmati setiap nikmat dan mengarungi setiap ujian yang Dia berikan.
Tanpa kita ketahui waktu yang sudah Dia tentukan pun
menghampiri kita disaat yang tidak pernah kita duga. Malaikat pencabut nyawa
sudah siap diperintahkan oleh Allah untuk kapan saja mengembalikan kita
pada-Nya. Dengan cara yang bahkan kita juga tidak tahu seperti apa.
Pernahkah kita berfikir bagaimana kondisi nanti saat
kita meninggal? Bagaimana rasanya? Dimana tempat kita meninggal? Disaat apa
kita di jemput oleh malaikat maut? Pastinya jika semua dapat kita minta pada
Allah lalu kemudian Dia mengabulkannya pasti sungguh enak. Siapa yang mau?
Pasti semua orang mau jika Allah memberi kesempatan kepada kita untuk meminta
lalu dikabulkan. Meninggal dalam keadaan sedang beribadah kepada-Nya, meninggal
saat sedang berjuang menyebarkan ajaran Agama-nya, meninggal di tempat ibadah
atau mungkin meninggal pada hari yang baik. Hari jumat contohnya. Siapa yang
tidak ingin meninggal dalam keadaan seperti itu? Jika ditanya saya pun mau.
Tapi sayang hanya Allah yang tahu kapan, dimana, dan disaat apa kita meninggal…
wallahua’lam…
Ya… tepat tanggal 06 oktober 2014 teman saya,teman
kita semua telah menghembuskan nafas terakhirnya. Lebih dulu pergi
menghadap-Nya. Menandakan kekuasaan Allah benar adanya. Kematian pasti
menghampiri. Saya dan kita semua pasti terpukul mendengarnya. Apalagi kejadiannya
tidak pernah terduga. Misteri besar ini sudah mengingatkan kita betapa benar
kematian itu menghampiri kita di waktu yang tidak pernah kit duga.
Ardito Rizki Candraditya…. Teman kami….. teman
seperjuangan kami. Kini tinggallah nama yang dapat kami sebut tanpa adalagi
jiwa yang terlihat kasat mata. Kepergianmu sungguh memberikan luka bagi kami
yang pernah mengenalmu. Kenapa tak pernah ada kalimat pengantar kepergianmu?
Baru saja kita semua mulai menapaki jalan mimpinya
masing-masing yang masih banyak dipenuhi rintangan. Berharap di masa depan kita
semua dapat kembali berkumpul dengan cerita-cerita yang nantinya akan keluar
dari mulut-mulut kita. saling berbagi tawa dan tangis bersama. Namun sebelum
semua itu terjadi kamu lebih dulu pergi meninggalkan kami. Terimakasih di 3
tahun terakhir masa kebersamaanmu bersama kami sudah memberikan banyak kenangan
yang akan kami simpan.
Walau ku akui. Aku bukanlah salah satu teman dekatmu
seperti yang lain. Tapi kita pernah melukis cerita-cerita indah yang dulu kita
ciptakan bersama. Kamu ingat saat dimana teman kita melabuhkan cintanya pada
seorang wanita yang dia cintai? Kamu pasti ingat itu dit… kita berdua sibuk
membicarakan object yang ada di pikiran kita masing-masing. Kamu juga pasti
ingat saat kita membicarakan chip kamera di kacamata? Iya kan? Ya aku tau kamu
pasti ingat dit…. Saat itu kamu tertawa begitu lepas. Kedua matamu yang sipit
dibalik hitamnya kacamata minusmu aku pun masih ingat itu.
Hahh… waktu yang menyenangkan memang berlalu dengan
cepat ya? Tanpa terasa satu persatu teman-teman mulai pergi. Dari almarhumah
Rida Aliyah teman kami yang lebih dulu pergi kemudian kemarin kamu dit,
Almarhum Ardito Rizki Candraditya….. lalu besok siapa lagi? Ah entahlah semua
penuh misteri yang sulit dipecahkan. Kematian tidak akan ada yang tahu kapan
datangnya. Seperti yang aku bilang tadi. Bahkan seorang professor dengan
berjuta-juta gelar pun tidak akan mampu menjawabnya. Kecerdasan manusia
terbatas. Jika dibandingkan dengan Allah SWT… Dia maha Mulia, maha tahu
sebagalanya.
Terimakasih lagi-lagi ucapan itu yang hanya mampu aku
ucapkan? Kenapa bukan kesedihan? Ah entahlah disisi lain aku berterimakasih
kepada Allah dan perisitiwa meninggalnya kedua teman kami…. Lewat peritiwa
besar itu aku jadi tersadar betapa begitu singkatnya hidup di dunia ini. Jika
berfikir “tahun depan aku ingin membuat rencana ini dan itu. Tahun sekian aku
ingin begini dan begitu” tapi nyatanya rencana kita malah di skip oleh umur
kita. tak disangka tak diduga Allah memanggil kita sebelum semuanya tercapai….
Lagi dan lagi wallahua’lam ini semua misteri besar yang pasti akan terjadi pada
setiap yang bernyawa.
Dua bunga yang belum mekar dengan sempurna kini telah
gugur……..
Salam Author..
Velia Pratiwi
07/10/2014

0 komentar:
Posting Komentar