Selasa, 23 April 2013

RESENSI NOVEL HUJAN DAN TEDUH

Add caption

              RESENSI NOVEL
               HUJAN&TEDUH



Judul buku : Hujan dan Teduh
Penulis : Wulan Dewatra
Tebal buku : 250 halaman
Tahun terbit : 2011  
Penerbit : Gagas Media

            


Pertama kali mendengar judul novel ini terasa aneh. Masih bertanya-tanya seperti apa sih isinya? Dan ternyata WAWWW seperti orang tersedak saat meminum teh panas di pagi hari. Sungguh luar biasa isi dari novel tersebut. Walaupun awalnya sedikit aneh dengan cerita kedua insan yang menjalin cinta sesama jenis. Namun jalan ceritanya sangat bagus. Ditambah kata-katanya yang sederhana tapi menawan. Banyak sekali hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil dalam kehidupan kita.
            Sebuah kisah cinta remaja yang berbeda dari kehidupan remaja yang lain. Kisah cinta yang sangat tak lazim untuk ditiru apalagi dilakukan oleh kita semua. Dari tokoh yang bernama Kaila dan Bintang, dua insan remaja yang mengikat tali percintaan sesama jenis. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka hingga mereka melakukan semua ini. Mereka melakukannya secara diam-diam dan sembunyi-sembunyi dari teman-teman yang lain. Namun tak disangka Kaila dan Bintang juga ternyata memiliki perasaan terhadap cowok. Sungguh aneh bukan? Ya tapi itulah kisah mereka. Hingga sampai suatu saat kisah percintaan mereka diketahui oleh banyak orang dan kedua pacar mereka. Bintang dan Kaila pun berpisah namun semata-mata ini adalah permintaan dari Kaila yang Bintang sendiri bingung apa alasannya menjauhi Bintang.
            Daniel sosok sahabat yang baik dan dekat dengan Bintang dan sepertinya menyimpan rasa pada Bintang pun mulai membuka hati Bintang secara perlahan. Menasihatinya untuk berubah menjadi perempuan normal yang mampu mencintai laki-laki secara penuh. Bintang pun menuruti semua ucapan Daniel dan mulai membuka hatinya untuk laki-laki. Bintang berpacaran dengan laki-laki bernama Noval, orang yang selama ini mengisi hatinya. Namun tetap saja bayang-bayang cinta masih ia rasakan kepada Kaila. Hingga insiden berdarah yang menimpa Kaila pun terjadi. Kaila mati tragis dalam keadaan menggenaskan didalam kamar mandi termandikan darah. Yang tak lain penyebabnya adalah Reno kekasih Kaila.
            Hal yang tak lazim pun dilakukan oleh Bintang dan Noval. Mereka hanyut dalam permainan setan. Sebuah hadiah dari Tuhan yang tidak sama sekali Bintang inginkan, dan mereka buat dengan perbuatan yang salah. Dengan bodohnya Bintang pun menuruti permintaan Noval untuk menggugurkan kandungannya. Pembunuh!!! Pikirku seperti itu. Bintang dan Noval berhasil membunuh janin tersebut yang sama sekali tidak berdosa. Namun semuanya berakhir dengan miris. Rahim Bintang terpaksa diangkat karena terinfeksi. Waktu pun berjalan, setelah Bintang melakukan pengangkatan rahim dan pindah ke Bandung untuk memulai lembaran kisah baru dalam hidupnya. Memulainya dari awal, dan berharap semua kesalahannya dimasa lalu tak terulang. Akhir kisah yang menggantung menjadi tanda tanya besar bagiku. Sebenarnya bagaimana kah kelanjutan kisah cinta Bintang dan Noval?. Aku berfikir mungkin akhir kisah tersebut diserahkan kepada pembaca untuk menebak sendiri apakah Bintang dan Noval bersatu atau tidak.
            Seperti judulnya “Hujan dan Teduh” ditakdirkan bertemu namun tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah kisah percintaan Bintang dan Kaila yang sangat menyimpang, dan begitupun dengan kisah percintaan Bintang dan Noval. Tuhan menakdirkan mereka bertemu namun apakah mungkin Tuhan tidak mempersatukan mereka?
            Sebuah kisah yang sangat menakjubkan. Namun jika saya boleh mengkritik kekurangan dari novel ini adalah ada beberapa kata-kata yang menurut saya kurang pas dalam rangkaian kalimat. Namun secara keseluruhan sangat baik. Saya sangat menyukainya. Dan berharap kisah ini dapat diangkat kesebuah film layar lebar.


“Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan
Yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu

Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka
Dan, kebersamaan Cuma memperbanyak ruang tertutup
Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan. Ya, jalanmu
Dan jalanku. Meski diam-diam aku masih saja menatapmu
Dengan cinta yang malu-malu

Aku dan kamu seperti hujan dan teduh. Pernahkah kau
Mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan
Bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan.
Seperti itulah cinta kita. Seperti menebak langit abu-abu

Mungkin jalan kita tidak bersimpangan”

            TERIMAKASIH UNTUK KAK WULAN DEWATRA J J J

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Most Popular

Featured
Videos
banner image

Labels Max-Results No.

BTemplates.com

designcart

About

Featured Post

Late Birthday Snack From My Doctor

Mama dan aku pergi kontrol yang kesekian kali di hari minggu Minggu, 30 Januari 2022. Entah sudah kali keberapa mengunjungi dokter dari se...

Blog Archive

Cari Blog Ini

Recent Posts

recentposts

Facebook

Featured

Video of the Day

Break

Games

Recent Posts

recentposts

Welcome

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!

Vix no volumus ocurreret maiestatis, quaeque alienum eum te, semper principes deseru


Find More



About Us

About Us
Aliquam sapien nulla, venenatis id finibus at, eleifend a turpis. Aliquam ac nibh id lorem ornare accumsan maximus at mauris.

Categories

Tags

Subscribe Us

Pages

Pages

Pages - Menu

Like us on Facebook

banner image

Pages - Menu

Pages

Pages - Menu

Popular Posts

Popular Posts