Darimu Aku Belajar Arti Kehidupan
(to : my best friend, Rida Aliyah)
Assalamualaikum.....
sedikit mau bercerita tentang temanku yang bernama Rida Aliyah. Rida Aliyah,
nama yang indah bukan? Sungguh sangat indah. Dia temanku sejak SMP. Aku mengenalnya
di bangku kelas 7 SMP. Kami bersekolah di SMP Semen Cibinong Bogor. Awalnya aku
tidak terlalu dekat dengannya. Rasanya dia adalah teman baru ku di kelasku,
sunggh tidak pekanya aku saat itu.
Waktu terus berjalan, aku mulai mengenalnya lebih
jauh. Semenjak ia ikut pramuka dan satu regu denganku aku menjadi sedikit
semakin dekat dengannya. Namun ada suatu hal yang aneh yang aku rasakan saat
melihatnya. Sering kali saat kami apel pembukaan latihan pramuka. Kakak pelatihku
(kak pepi) seringkali berkata “bagi penggalang Rida jika tidak kuat silahkan
istirahat”. Awalnya aku tidak mencurigakan hal ini, bagiku ini biasa saja. Ah mungkin
saja dia hanya kelelahan atau sedang sakit. Namun kejadian itu sering terulang
dia apel tersebut.
Waktu terus berputar, aku pun tahu penyebabnya dia
seperti itu. Awalnya sih gak nyangka kalau dia bisa menderita penyakit ganas
itu. Ya, Leukimia, Kanker Darah, ia mengidap penyakit itu. Sungguh menyedihkan
bukan? Aku sebagai teman sekelasnya hanya bisa memberi support, semangat
untuknya dan doa. Sulit bagiku menerima ini semua, mendengar temanku seperti
ini.
Naik ke kelas 2 SMP. Aku menjadi semakin dekat
dengannya. Semenjak aku dekat dengannya lewat akun jejaring sosial TWITTER. Aku
berusaha memberi support padanya. Dan aku mulai memanggilnya dengan sebutan
kakak di obrolan twitter. Karena aku merasa ia lebih tua denganku maka aku
memanggilnya dengan sebutan kakak.
Ceritaku tidak berhenti sampai disini. Aku semakin
mengenalnya lebih jauh. Dan hingga suatu masa dimana Rida harus kembali masuk
Rumah Sakit karena kondisinya drop dengan jangka waktu yang cukup lama. Aku semakin
iba padanya, ternyata itu cukup parah sampai harus masuk ICU di RS Mitra
Keluarga Cibubur. Namun aku sangat salut padanya. Kau tahu? 2 tahun lebih ia
berjuang melawan rasa sakitnya itu, tapi ia sanggup. Ia sabar, tabah, pasrah
pada Allah dengan semua cobaan ini. Walau terkadang ia sering bilang kalau ia
sangat bosan minum obat terus-terusan, bolak-balik RS lah, opname lah,
transfusi darah dan lain sebagainya.
Aku selalu sedih disaat teman-temanku mengajakku
menjenguknya namun aku selalu tak punya waktu untuk menjenguknya. Selalu ada
saja alasan hal lain yang perlu aku selesaikan. Latihan pramuka lah, latihan
PASTI lah, kerja kelompok lah. Terkadang aku marah sama semua ini yang
menghalangiku untuk menjenguknya. Selama ia sakit aku belum pernah menjenguknya
sama sekali. Sungguh menyakitkan dan sedih bukan?
Namun ini semua harus aku
jalani. Aku takut terlambat untuk menjenguknya. Tuhan,,,,, beri aku sekali
kesempatan saja untuk menjenguknya. Tuhan... sembuhkanlah ia dari penyakitnya
itu. Ukir kembali senyuman manis di bibir mungilnya, kembalikan semua nikmatmu
padanya seperti dulu. Indahkanlah seluruh hidupnya.
Izinkan dia tetap bersama
kami menikmati indahnya dunia ini. Izinkan ia sembuh Tuhan, izinkan matanya
terus dapat menikmati indahnya sinar bulan dan bintang di setiap malam-Mu. Kuatkanlah
dirinya menghadapi semua cobaan dan ujian darimu.
Tuhan.... sungguh aku sangat bersyukur pada-Mu.
Engkau memang selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya. Aku senang dan
bersyukur memiliki teman seperti Rida. Mungkin kalian heran mengapa? Dia mampu
menyadarkanku tentang hidup ini. Dia mengajariku arti hidup yang sebenarnya,
arti kasih sayang, arti indah persahabatan, arti mensyukuri nikamt Tuhan. Mengajarkanku
bagaimana kita harus melewati ujian Tuhan setiap harinya, mengajariku bersabar
dalam segala hal.
“Thx for your life kaka Rida. Darimu aku
belajar banyak hal tentang hidup ini. Darimu aku belajar bagaimana arti
menghargai hidup dari Tuhan. Mengajarkanku banyak hal didalam hidup ini. Kau tau,
aku kagum padamu kak, begitu kuatnya dirimu menghadapi semua cobaan ini. Mungkin
jika aku ada di posisimu sekarang aku tidak akan sanggup menjalaninya J . seberapa banyak tetes air mata yang jatuh aku tidak
tahu, seberapa banyak ucapan marah pada keadaan aku pun tak tahu, seberapa
banyak senyum itu terukir indah dibibirmu aku pun tidak menghitung. Tapi yang
aku tau, kau sangat tabah, sabar, walau nyawa taruhannya. Terkadang aku malu
kak pada diriku sendiri, aku sehat tapi aku banyak mengeluh sama Tuhan. Seberapa
hinanya aku kak? Tapi kau yang sedang di uji oleh Tuhan, bisa tabah dan sabar
mengahadapinya. Sungguh aku sangat kagum padamu. Kamu salah satu inspirator dan
motivator hidupku kak. Terus berjuang melawan semuanya ini."
Masih
ingat kata-kata ini? “hujan akan berlalu dan musim semi akan datang” itu yang
aku lihat dari salah satu novel punya kakak. Terus berjuang mencari titik
terang, indah yang penuh kebahagiaan. Terus berjuang untuk sembuh. Dan ukir
kisah hidupmu untuk dijadikan motivasi dan inspirasi bagi mereka yang
membutuhkan. Aku menunggunya ya, aku sangat menunggunya. Ku nantikan cita-citamu
sebagai penulis dan menulis kisah hidupmu itu supaya bermanfaat untuk mereka
diluar sana. Tentunya orang-orang yang pernah sepertimu, senasib. Beri mereka
semangat untuk sembuh! Jadikan hidupmu sebagai manfaat untuk orang
banyak.............”
By : velia pratiwi J
Sedikit berbagi lewat tulisan sederhana ini untuk
siapapun itu. Semoga bermanfaat.... dan untuk kakak rida, cepat sembuh J
<3 <3
<3
0 komentar:
Posting Komentar