Dia sangat sederhana.
Penampilannya tak jarang begitu simple.
Atau mungkin malah membosankan.
Tapi ada saatnya penampilannya menjadi begitu indah.
Saat orang lain siap menatapnya lebih dalam daripada aku.
Aku tidak cemburu oleh perlakuan itu.
Jauh didalam hati aku selalu berharap.
Penampilanmu terus indah sama seperti isinya.
Setiap jemari yang aku letakkan diatas tubuhmu.
Rasanya hati ini terus terdorong untuk selalu bersamamu.
Tahukah kamu siapa yang memperkenalkan kamu lebih dulu
kepadaku?.
Iya… beliau kedua orang tuaku…
Mereka tak segan-segan memperkenalkan kamu padaku.
Bahkan sampai saat ini kamu selalu bersamaku.
Tak jarang aku kadang lebih mencintaimu dari siapapun.
Setiap bersamamu aku selalu lupa waktu.
Aku selalu lupa tentang janji-janji yang telah aku buat
bersama mereka.
Tahu gak? Itu semua karena siapa?.
Ya Cuma kamu… karena kamu.
Aku selalu tenggelam dalam setiap menghabiskan waktu
bersamamu.
Kamu mampu membawaku pada dunia yang sebelumnya tak ku
kenal.
Pada bayang-bayang imajinasiku yang selama ini tak ku
kenali lebih dalam.
Bersamamu membuatku terus berimajinasi.
Bahkan imajinasiku kadang tak bisa ditebak oleh orang
lain.
Punya dunia sendiri…
Katanya.
Orang tuaku selalu menitpkanmu kepadaku sejak aku kecil.
Awalnya aku benci sama kamu.
Aku selalu dibuat marah dan bosan karena kamu.
Bukan.. bukan
karena kamu jelek.
Kamu cantik, indah, menawan, menarik.
Tapi ada saat dimana kamu hadir disaat yang tidak tepat.
Tapi itu dulu saat aku masih kecil.
Saat papa dan mama hanya menitipkanmu tanpa memberi tahu
siapa kamu.
Saat mereka hanya ingin aku mengenalimu lebih dalam.
Seiring berjalannya waktu aku mulai mengenalmu.
Menganggapmu teman bahkan lebih.
Kamu selalu menyenangkan saat bersamaku.
Sekarang kamu selalu aku cari setiap aku merasakan
kesepian.
Saat aku mulai putus asa dalam perjalananku meraih mimpi.
Karena dalam dirimu ada banyak yang bisa aku cari dan aku
pelajari.
Setiap kalimat yang kamu bubuhkan selalu punya makna
sendiri bagiku.
Aku tak tahu bagaimana pendapat orang lain tentangmu.
Akankah sama sepertiku atau malah lebih indah dari apa
yang aku rasakan.
Karenamu aku bisa melihat dunia yang sebelumnya tidak
pernah aku kenal.
Aku bisa melangkah sedikit lebih maju dibandingkan yang
lain.
Aku jadi terbuai dalam baying-bayang imajiku karenamu
Dan kamu yang kini masih aku sayang….
“BUKU”………
Author
velia pratiwi
10 janurai 2015

0 komentar:
Posting Komentar